Serang Masuk 20 Kabupaten Rawan Bencana
SERANG, TAPOS. Kabupaten Serang masuk dalam 20 daerah rawan bencana di seluruh Indonesia. Hal itu tergambar dari seringnya bencana banjir dan juga posisi Kabupaten Serang dekat dengan palung Selat Sunda, yang menyebabkan daerah ini rawan pergeseran palung yang berakibat gempa dan tsunami seperti di Aceh.
“Setiap tahun Serang menjadi langganan banjir, bahkan tahun kemarin Serang juga mengalami banjir besar lima tahun yang berakibat pada ditutupnya akses tol Tangerang-Merak,” ungkap M Insan Nurrohman,Program Director Aksi Cepat Tanggap (Act)-sebuah LSM di bidang bencan alam, usai melakukan koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Selasa (26/6).
Dilanjutkan, dari 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Serang, sebanyak 16 kecamatan sering terjadi bencana. Artinya, lebih dari setengah masyarakat Kabupaten Serang ada dalam kondisi yang harus siap siaga menghadapi bencana. “Mempertimbangkan keadaan ini, kami akan melakukan pelatihan bagi kader dan relawan di Kabupaten Serang agar lebih siap menanggulangi bencana,” ucapnya.
Kata dia, penanggulangan bencana telah memiliki payung hukum yaitu Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007. Dalam Undang-Undang tersebut dijelaskan ada beberapa pihak yang harus berperan untuk mencegah dan menanggulangi bencana, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, PMI, Tagana, LSM, dan Organisasi masyakat.
“BPBD masing-masing daerah mempunyai tanggungjawab sebagai koordinator, begitu pun dengan pihak pemerintah dan swasta harus berperan aktif sesuai dengan fungsinya masing-masing. Meski demikian, masyarakat seharusnya menjadi orang pertama yang sadar serta bisa menyelamatkan diri dari bencana sebelum bantuan-bantuan dari luar tiba,” papar Insan.
Ditambahkan, pada selasa (3/7), Act beserta BNPB, BPBD serta stake holder terkait akan melakukan pelatihan tanggap darurat kepada sejumlah relawan yang difokuskan di Kabupaten Serang. “kami akan melakukan pelatihan dan sosialisasi Undang-Undang penanggulangan Bencana di Kabupaten Serang, karena Serang masuk 20 kabupaten yang rawan bencana. Selain di Kabupaten Serang, kami juga akan melakukan pelatihan di 10 Kota se-Indonesia,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Kepala bagian BPBD Kabupaten Serang dan Kebakaran Babay Sudirman menyatakan siap untuk melakukan koordinasi bersama semua pihak terkait, baik itu dalam melakukan pelatihan mau pun evakuasi jika tejadi bencana. Kata dia, memang banyak yang harus dipelajari seperti teknis di lapangan hingga penyaluran bantuan makanan kepada korban bencana.
“Saya bahkan mempunyai ide untuk memanfaatkan waralaba yang ada di setap kecamatan untuk menyalurkan bantuan. Jadi, jika terjadi bencana, tinggal mengambil dari sana baru nanti diganti. Pasalnya, BPBD Kabupaten Serang belum memiliki gedung yang refresentatif untuk menyimpan segala bantuan makanan dan juga peralatan penangan bencana lainnya,” tutur Babay.(yul/bud)







