Gardu FBR Dirusak, 1 Tewas
PONDOK AREN,TAPOS. Gardu 0226 Tapak Jalak Forum Betawi Rempug (FBR) di dekat ruko Sabar Ganda Asri, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel dirusak massa tak dikenal, Rabu (24/6) dini hari.
Saat itu sepuluh anggota sedang duduk-duduk di gardu. Tiba-tiba sekitar 60 orang tak dikenal datang menyerbu. Kelompok yang datang mengendarai Nissan Terrano dan puluhan sepeda motor itu menyerang dengan membabi buta.
Karena jumlah tidak seimbang, beberapa anggota langsung melarikan diri, kecuali Muhidin alias Picuk, yang merupakan Ketua FBR Gardu 0226 Tapak Jalak.
Korban sempat dilarikan ke RS Primer Bintaro dan akhirnya tewas dengan sejumlah luka di sekujur tubuh. Selanjutnya jenazah Picuk dibawa ke RSUD Tangerang untuk divisum.
Mendengar kabar meninggalnya Picuk, dengan waktu singkat ratusan anggota berdatangan ke lokasi. Selanjutnya massa bergerak menuju Rumah Ketua Pemuda Pancasila (PP) yang juga pimpinan DPRD Kota Tangerang, H Karnadi di Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.
Mereka yang diduga anggota atau simpastisan sebuah organisasi massa (ormas) tersebut melakukan perusakan.
Dari keterangan sejumlah saksi. “Mereka melempar berbagai benda ke rumah Karnadi. Mereka juga membakar tiga kendaraan, yaitu mobil Suzuki Escudo warna biru B 1236 KM, sedan Volvo warna biru B 735 JJ, dan sepeda motor B 3201 NUH.
Sementara itu menurut korban, Karnadi, pembakaran dilakukan kelompok massa. Hingga saat ini Karnadi belum mengetahui penyebab dari penyerangan kelompok massa membakar kendaraannya.
Tidak puas, massa beratribut ormas kedaerahan itu bergerak menuju Pondok Aren. Akibatnya pos satpam Emeral Green di Jalan Emeral Bintaro menjadi sasaran. Dua rumah milik RT Wani dirusak, satu pos Pemuda Pancasila dibakar.
Kepala security Emeral Green, Taufik mengatakan kejadian berlangsung pukul 04.00 WIB, dengan jumlah orang tak dikenal mencapai ratusan.
”Para pelaku yang mencari anggota PP langsung menghancurkan pos satpam yang kebetulan lokasi pos satpam tidak jauh dari pos PP,” katanya.
Para pelaku yang berjumlah ratusan orang ini langsung merusak pos satpam dan kamera CCTV yang ada di pos satpam.
”Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. Tiga satpam yang sedang bertugas berhasil menyelamatkan diri,” katanya.
Sementara Kapolsek Pondok Aren, Kompol Parmono, yang dikonfirmasi, masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
”Kami masih melakukan pengejaran. Keterangan lengkap belum bisa diberikan,” katanya saat dihubungi lewat telepon selulernya.
Pantauan Tangsel Pos, sweeping dilakukan menggunakan kendaraan bermotor dimana para sweeper mempersenjatai diri dengan golok, besi panjang hingga celurit.
Di Jalan Ciater Raya, Kecamatan Serpong, kelompok massa mendapat pengawalan Polsek Serpong saat melintas. Kemacetan pun tidak terelakkan di Jalan Ciater.
Tidak itu saja, kondisi makin mencekam saat satu unit posko organisasi massa di Situ Sasak Tinggi, Pamulang dibakar kelompok massa sekitar pukul 16.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa saat pembakaran terjadi, namun posko tersebut hangus dilalap si jago merah.
Informasi diperoleh koran ini, dua orang anggota ormas pun mengalami luka bacok saat berada di Jalan WR Supratman, Kampung Utan, Ciputat. Kedua orang yang diketahui warga Pamulang tersebut saat ini dirawat di RS Sari Asih, Ciputat.
Sementara polisi membubarkan konvoi ormas yang membawa senjata tajam di kawasan Ciputat. Konvoi kelompok bersenjata tajam ini sempat membuat pengguna jalan takut melintasi.
”Sudah kita bubarkan. Kekuatan kita ada dua kompi,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto saat dihubungi Tangsel Pos.
Imam mengatakan, massa ini datang dari kawasan Pondok Aren. Mereka baru saja pulang dari pemakaman rekannya yang tewas akibat dibunuh anggota ormas lainnya.
Mereka kemudian bergerak dari lokasi pemakaman menuju Ciputat untuk memburu ormas yang diduga menghabisi rekannya.”Mereka mau mencari ormas yang melakukan penusukan kawannya,” katanya.
Menurut informasi lain, massa bergerak secara bergerombol di Jalan Raya Ciputat. Mereka membawa bambu, kayu, balok dan senjata tajam.
Peristiwa ini membuat takut para pengendara jalan. Mereka khawatir kendaraan mereka menjadi sasaran amukan anggota ormas tersebut.
”Barang bukti sudah diamankan di Polsek Ciputat, seperti parang, bambu dan sebagainya,” ungkap Imam.
Aksi sweeping itu membuat warga menjadi takut. Diana, warga Kaliwongso, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, khawatir atas peristiwa penyerbuan ormas.
Dia berharap, polisi bisa mencegah adanya aksi-aksi sweeping dan sejenisnya. ”Saya jadi takut kemana-mana,” katanya kepada Tangsel Pos.
Kekhawatiran serupa juga dialami Maulana, warga Pondok Pucung, Pondok Aren. Adanya penyerbuan atau aksi sweeping tersebut dikhawatirkan salah sasaran. ”Takut ada salah korban. Polisi harus bergerak cepat,” harapnya.
Menyikapi masalah ini Polda Metro Jaya menurunkan empat kompi pengamanan dua kompi di Polsek Aren dan dua kompi di Ciputat.(irm/adn)







