Berniat Tawuran, 80 Siswa SMK Diamankan
CIPUTAT, TAPOS. Tercela. Bukannya berdoa supaya mendapatkan nilai bagus. Eh, ini malah berniat tawuran setelah mengerjakan soal-soal ujian nasional (UN).
Tindakan tercela itu dilakukan puluhan pelajar SMK Sasmita Jaya, Pamulang. Dilaporkan, puluhan pelajar SMK Sasmita Jaya, digiring Polsek Ciputat setelah melakukan aksi vandalism usai pelaksanaan UN, kemarin.
Para pelajar ini ditangkap ketika berada di dalam bus Koantas Bima dengan jumlah cukup banyak. Polisi menemukan puluhan senjata tajam (sajam) berupa celurit didalam bus yang ditumpangi siswa.
“Razia dilakukan untuk mencegah bentrokan antar pelajar usai pelaksanaan UN,” kata Kompol Alip, Kapolsek Ciputat. Dijelaskannya dalam razia tersebut diamankan 80 orang yang seluruhnya merupakan pelajar SMK Sasmita Jaya.
Dari tangan para pelajar tersebut, sedikitnya 10 celurit didapatkan. Tetapi anehnya, para pelajar ini tidak mengaku celurit tersebut milik mereka. Senjata tajam tersebut sengaja mereka tempatkan di bawah jok bus Koantas Bima.
Kepolisian sendiri terang Kapolsek hanya melakukan pendataan para pelajar tersebut dan memanggil para orang tua murid. Selanjutnya memberikan pembinaan dan dipulangkan.
“Kami tidak menahan mereka dan lebih memberikan pengarahan danmenyerahkan kepada pihak sekolah,” katanya.
Sementara seorang pelajar yang tertangkap berkilah mereka bergerombol menaiki bus Koantas Bima semata-mata menuju Situ Gintung untuk merayakan acara pasca kelulusan. Mereka mengaku tidak berniat melakukan aksi tawuran. “Bukan punya kami itu celurit,” kata pelajar yang tidak mau namanya disebutkan itu.
Sementara itu, Pembina OSIS SMK Sasmita Jaya Agung Budianto kepada wartawan menerangkan siap memberikan sanksi tegas kepada para pelajar terkena razia dan terbukti membawa senjata tajam. “Kami akan beri sanksi tegas. Bila perlu dikeluarkan,” katanya.
Agung mengatakan untuk anak STM Sasmita yang masih duduk di bangku kelas 1 dan 2 dan terlibat dalam aksi membawa senjata tajam serta melakukan aksi coret-coret, akan dikeluarkan dari sekolah. Karena sudah melanggar untuk ketiga kalinya.
“Kami sudah berunding pihak sekolah dan untuk anak kelas 1 dan 2 akan dikeluarkan. Kami mengeluarkan bukan tanpa peringatan terlebih dahulu, pihak sekolah sudah memberikan peringatan kepada mereka,” ungkapnya.
80 orang siswa SMK Sasmita Jaya masih diamankan di Polsek Ciputat dan mulai dijemput orang tua masing-masing. Orang tua siswa diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk melakukan pembinaan terhadap anaknya.
Anggota Dewan Pendidikan Kota Tangsel, Rifky Hermiansyah menilai aksi corat-coret seragam sekolah pasca-pelaksanaan UN tidak bermanfaat.
Lebih baik seragam sekolah disumbangkan kepada orang yang membutuhkan atau bisa juga digunakan untuk kegiatan bakti sosial kemasyarakatan.
“Kami berharap seragam mereka dapat disumbangkan bagi yang membutuhkan. Tidak semua murid mempunyai seragam layak untuk sekolah, dari pada dicoret-coret lebih baik disumbangkan,” jelasnya.(irm)







